Wartawan di Sumut di Hadang Paspamres Ketika Hendak Wawancara Walikota

POL – Peristiwa yang dialami jurnalis Harian Tribun Medan, Rechtin Hani Ritonga bersama rekannya dari jurnalis Pakar Berita, saat ingin melakukan “doorstop” meminta tanggapan Walikota Medan tentang pegawai honorer BPPRD dan TU sekolah yang sudah tiga bulan belum menerima gaji.

Diusir oleh tiga unsur pasukan pengamanan terhadap Bobby Nasution, yakni pihak Pamong Praja, Kepolisian dan Paspamres.
Kejadian itu terekam dan tersiar diberbagai media sosial, sontak para wartawan khususnya di Kota Medan, beramai-ramai, melakukan aksi protes keras kepada Bobby di Depan Kantor Walikota Medan, Kamis (15/4/2021).

Dia mendapat cap oleh para wartawan dengan tulisan “Walikota Medan Serasa Presiden” dan “Medan gak berkah kalau banyak panglima talam, Tuan Walikota Jangan Warisi Paham Kolonial”.

Dalam aksi protes itu, salah satu kordinator aksi, Liston Damanik menyampaikan bahwa kejadian pengusiran terhadap wartawan yang hendak konfirmasi itu adalah puncak keresahan jurnalis yang selama ini kesulitan mewawancarai Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.

Dia meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution beserta orang disekitarnya untuk menghargai dan paham pekerjaan jurnalistik dan mengingat Undang Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, bahwa tugas jurnalis adalah untuk kepentingan publik dan dilindungi, ujar Liston.

Dilain sisi, Komandan Paspampres Mayjen Agus Subianto terkesan menyudutkan posisi kedua wartawan yang ingin wawancara Bobby Nasution tersebut.

Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Mayjen Agus memberikan tanggapan atas perbuatan anak buahnya. Dia mengatakan, pelarangan dilakukan karena orang yang mengaku wartawan tak menunjukkan tanda pengenal pers.

“Diawali datang dua orang, masuk ke Pemkot tidak sesuai prosedur dan tidak menggunakan tanda pengenal,” kata Agus lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/4).

Dia menjelaskan anak buahnya melakukan tugas sesuai aturan. Paspampres ditugaskan menjaga Bobby sebagai bagian dari keluarga Presiden Joko Widodo.

Terkait kejadian itu, dia menjelaskan, sebelum Paspampres turun tangan, anggota Satpol PP dan kepolisian sudah memperingatkan. Namun, dua orang tersebut tak mengindahkan teguran.

“Dicegah oleh polisi dan Satpol PP, kemungkinan tidak terima ditegur,” ucap Mayjen Agus. 
Dilain pihak, Pemerintah Kota (Pemko) Medan turut membela atasannya terkait kritik keras yang datang dari PWI Kota Medan menganggapi Paspampres, Polisi, Satpol PP yang menghalangi tugas wartawan.

“Tidak ada yang menghalangi media wawancara dengan Pak Wali Kota. Kemarin itu salah komunikasi saja. Bagian Humas kan ada di Kantor Wali Kota, kalau mau konfirmasi atau wawancara dengan Pak Wali Kota atau Wakil Wali Kota bisa kita bantu fasilitasi,” kata Kabag Humas Pemko Medan Arrahman Pane saat dimintai konfirmasi, Kamis (15/4/2021), dilansir detik.com.

Dia mengatakan Bobby selalu terbuka saat diwawancarai, juga tak pernah meminta siapapun menghalangi wartawan yang ingin mewawancarainya.

“Pak Wali Kota selama ini di lapangan selalu wawancara dengan kawan-kawan media. Tidak ada dihalangi kalau beliau mau diwawancarai,” ujar Arrahman. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *