Pusdokkes POLRI Menuju Pelayanan Prima

MM – JAKARTA – Ada yang lain dari biasanya. Pusdokkes Polri dan jajarannya kini  memperkenalkan proyek perubahan dalam rangka untuk mengoptimalkan kinerja Dokkes Polri menuju pelayanan prima. Kebijakan ini merupakan proyek yang tengah digerakan dan diimplementasikan mengikuti kebijakan Dokkes1 Peta.

Proyek perubahan dengan implementasi Dokkes1 Peta dilaunchibg Kabidkesmapta Pudokkes Polri, Kombes Pol  dr.Didiet Setiobedi SpTHT KL, DFM  via Zoom Meeting dengan seluruh kabiddokkes dan karumkit Bhayangkara  seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa, (27/10).

“Inti dari proyek perubahan ini adalah  mengintegrasikan data-data Dokkes jajaran  seluruh Indonesia ke dalam Dokkes 1 Peta,” ujar Didiet dalam keterangannya pada Zoom Meeting.

Dikatakan Didiet, ada beberapa hal yang melatarbelakangi pengembangan proyek perubahan ini. Pertama adalah isu strategis   satu peta kebijakan  (one map policy) yang pernah disampaikan  Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 lalu.

Berikutnya lagi adalah rencana strategis (Renstra)  Pusdokkes Polri tahun 2020 – 2024 sebagai latar belakang rencana strategis modernisasi teknologi yang diwujudkan dalam membangun big data.

“Biddokkes dan Rumkit Bhayangkara tersebar di seluruh indonesia.  Data-data  rumah sakit dan Biddokkes tersebar di seluruh  Indonesia. Ini akan kita satukan dalam satu big data Pusdokkes Polri,” kata Didiet.

Selanjutnya, lanjut Didiet, jumlah personel Polri yang hampir 438 ribu orang di seluruh Indonesia juga  menjadi latar belakang diluncurkannya proyek ini.

Ternyata ada yg penting banget .

Program kapolri dengan SDM POLRI YG unggul ada 13 komponen salah satunya adalah nilai kesehatan  dari data hasil pemeriksaan yg sudah di input kedalam dokke1 peta.

Selain itu, sambungnya, Indonesia yang rawan konflik dan rawan bencana hingga menimbulkan disaster  yang memakan banyak korban  juga jadi alasan berikutnya dari diperkenalkannya proyek ini.

“Artinya, dengan adanya proyek Dokkes 1 Peta  akan mempermudah kita untuk pemberian bantuan dan pengiriman bantuan tenaga  kesehatan. Selain itu, mutasi personel Polri juga tak kan mengganggu data karena semua data kesehatan sudah terhimpun dalam big data Dokkes 1 Peta,” Didiet berujar.

Seluruh data tersebut nantinya akan dimonitor di satu ruang command center.

Data-data yang terhimpun itu di antaranya adalah data profil rumah sakit Bhayangkara seluruh indonesia, data profil FKTP dan data kepesertaan BPJS, data kesehatan personel Polri, data kerawanan bencana dan konflik, data DNA, serta peta geomedicine yanf bisa digunakan untuk mengetahui kekuatan  SDM dan sarana dan prasarana  rumah sakit Polri dan rumah sakit non Polri.

Sedangkan manfaat dari pelaksanaan proyek ini di antaranya adalah tercapainya pelayanan prima  membuka data Pusdokkes Polri secara cepat, menghindari input data ganda, menghemat ruang untuk  penyimpanan data, serta memudahkan kecepatan dan ketepatan untuk mengambil keputusan dalam kondisi genting. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *