Puluhan Akun di Bekukan Polisi Terkait Postingan Hoax

POL – Seiring PSBB akibat dampak corona virus, kejahatan semakin merajalela. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres di Jakarta  berhasil ungkap 443 kasus kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut. Hoax dan ujaran kebencian itu paling sering menggunakan akun media sosial seperti Instagram, facebook, twitter, dan whatsapp.

“Dari media daring, petugas sudah melakukan take down (menghentikan) 179 akun Instagram. Ini yang terbanyak,” kata Kombes Yusri di Mapolda Metro, Senin, 4/5/20.

Polda Metro Jaya ungkap ada 27 akun facebook, 10 akun twitter, dan dua akun whatsapp, yang saaf ini ditangani.

Sedangkan Polres Jakarta Selatan mencaai 51 kasus dan berturut-turut Polres Metro Bekasi 44 kasus, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat sama-sama 36 kasus, Polres Depok 25 kasus dan Jakarta Utara 23 kasus.

Untuk Polres lainnya, lanjut Yusri masih di bawah 20 kasus.

Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro sendiri menangani 166 kasus yang dalam penanganan.

Yusri mengungkapkan, beberapa kasus ditangani  Ditkrimsus Polda Metro, antara lain akun facebook NA pada 6 April 2020 yang isi tulisannya antara lain ”Drpd dokter2, lebih baik presiden saja yg meninggal, krn presiden lbh mudah dpt gantinya apalagi saat ini manfaatnya kecil se-X”.

Yusril menyebut, NA yang dilaporkan oleh MAA ditangkap pada 28 April 2020 dan kini berada dalam tahanan Diektorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya, jelasnya.

Ini Kasus lain adalah transmisi gambar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dengan tulisan yang beredar dari WhatsApp nomor 085872449244 dengan tulisan ”Menteri Kesehatan Goblog! Sudah mundur saja! Kau tidak bias bekerja!! Korban Corona sekarang sudah retusan jiwa itu karena kau! Anjing kau! Kau dan Presiden sama sama tidak bias bekerja!! Rakyat mati karena bekerja tidak becus! Bodoh! BANGSAT”.

Nah, yang posting ini kata Yusri Pelakunya adalah tersangka YH. Ia ditangkap  24 Maret 2020 di Kampung Cireundeu, Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat. YH tidak ditahan, tapi wajib lapor setiap Senin-Kamis.

Selanjut nya unggahan dari akun twitter dengan nama lsandilaa berupa dokumen/informasi elektronik dengan kata-kata berita siaran langsung (breaking news) CNN Indonesia dengan keterangan “ANTISIPASI CORONA, SELURUH BUMN DKI DITUTUP”“ Erick: Penutupan Berlangsung Selama 2 Minggu”. Kasus ini belum ada tersangkanya.

Namun, polisi telah memeriksa tiga warga Brebes Jawa Tengah, yang menjadi saksi dalam kasus ini. Ketiganya adalah LMS, AHA, dan ANA.

(hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *