Kota Bogor Diarahkan Sebagai Kota Pusaka, Kota Hijau, dan Kota Cerdas

POL – Walikota Bogor Bima Arya menetapkan Kota Bogor akan menjadi Kota Pusaka (Heritage), Kota Hijau (Green City) dan sekaligus menjadi Kota Cerdas (Smart City). ini berdasarkan khitah dan sejarah Kota Bogor.  

Ketiga titik utama itu, jelasnya, dimana seluruh kegiatan-kegiatan ujungnya akan ke sana dan ketiga titik ini dilandasi atas aspek sejarah dan bukannya secara tiba-tiba. Sebab, ujarnya, Kota Bogor memiliki rekam jejak yang panjang dari tiga hal ini.

“Kota Bogor akan bergerak insya allah ke arah tiga titik utama sesuai dengan khitahnya, sesuai dengan sejarahnya. Karena, bangsa itu akan hancur ketika lupa akan bergerak kemana karena tidak sadar dulunya bagaimana. Dinu kiwari ngancik nubihari, saja ayeuna sampereun jaga. Itu dalam sekali, dimensi kekinian, dimensi ke depan, dan dimensi ke belakang,” ungkap Bima.

Bogor adalah kota pertama di belahan dunia timur yang dikenal sebagai kota hijau karena lanskapnya, karena alamnya. Jadi Kota Bogor memiliki alasan untuk bergerak kembali ke khitahnya sebagai kota hijau. Semua kegiatan akan diarahkan untuk menuju identitas tadi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. “Ini ada bukti yang sangat kuat tentang identitas dan karakter kita sebagai kota hijau,” papar walikota.

Bukti tersebut, tuturnya, ketika tahun 2016 ini Kota Bogor dinominasikan sebagai satu dari 45 kota sedunia sebagai The Most Loveable City. Kota yang paling dicintai (dipikanyaah) terkait dengan komitmennya terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

“Yang menominasikannya adalah lembaga-lembaga internasional. Kenapa (Kota Bogor) direkomendasikan,karena mereka melihat rekam jejak kita baik saat saya sekarang maupun kepala daerah sebelumnya saat Pak Diani bahkan Pak Iswara yang mempunyai kepedulian membangun Bogor lebih baik dengan kegiatan pembangunan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *