BIN DIY Fasilitasi Deklarasi Damai Mahasiswa Maluku di Jogjakarta

POL – BBIN adan Intelijen Negara Daerah Istimewa Yogyakarta memfasilitasi deklarasi damai mahasiswa Maluku di Yogyakarta untuk menjaga daerah ini tetap kondusif menyusul bentrok yang melibatkan dua kelompok asal Maluku di Sorong, Papua Barat, dan Pulau Haruku, Maluku Tengah.

“Kegiatan hari ini kami dalam rangka merespons dua titik peristiwa hukum di Sorong dan Pulau Haruku sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang ada pada kami, yaitu cegah dan tangkal,” kata Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Andry Wibowo usai deklarasi, di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, deklarasi damai ini bagian dari upaya pencegahan dan penangkalan agar bentrok di dua wilayah tersebut tidak meluas ke Yogyakarta, mengingat kemungkinan ada provokasi atau kabar yang tidak sesuai fakta di lapangan yang beredar di media sosial.

“Agar adik-adik, saudara kita dari Maluku yang ada di Yogyakarta tidak terprovokasi atas isu-isu yang beredar di medsos, dan berita-berita yang secara kontekstual tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan,” kata Kabinda DIY.

Dalam deklarasi damai tersebut, Binda DIY juga menghadirkan Ketua Pattimura Muda Yogyakarta atau forum komunikasi anak Maluku, agar dapat mengajak warga dan mahasiswa Maluku di Yogyakarta menjaga suasana kondusif di kota pelajar tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi satu titik yang bisa kemudian juga menjaga kondusivitas Yogyakarta khususnya, dan mudahan komitmen damai ini bisa menularkan juga di daerah lain, termasuk di Maluku sendiri, dan di Sorong,” katanya.

Kabinda DIY mengatakan, dari pengamatan BIN di media sosial tentang respons publik terhadap peristiwa hukum di dua titik tersebut, hasil intelijen mengindikasi bahwa secara kuantitatif ada provokasi untuk membelokkan persoalan-persoalan berkaitan dengan pertanahan hingga memicu konflik tersebut.

“Misalnya pertanahan, urusan internal dan sebagainya digeser pada urusan-urusan yang bersifat identitas, merespons itu kami langsung berkumpul dengan Ketua Pattimura Muda Yogyakarta untuk mengumpulkan hari ini agar kemudian mereka tidak terprovokasi berita berita yang beredar yang tidak sesuai fakta di lapangan,” katanya pula.

Ketua Pattimura Muda Yogyakarta Jacky Latupeirissa dalam pernyataannya mengimbau kepada semua saudara Maluku yang ada di Yogyakarta, supaya tetap menjaga silaturahmi yang baik, menjaga Yogyakarta yang ditinggali ini dengan baik.

Dia menambahkan, kemudian menyikapi permasalahan atau peristiwa bentrok hingga berakibat korban jiwa di Sorong dan Maluku, pihaknya mengimbau saudara semua jangan sampai terprovokasi, dan tetap mempunyai hati untuk sesama warga Maluku, dan juga untuk warga Papua.

“Dan kita tetap menjaga keistimewaan DIY, hal-hal yang menyangkut dengan provokasi provokator yang ada di Yogyakarta atau dimana pun janganlah kita terlalu menyikapi hal tersebut,” katanya lagi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *