Polisi Ungkap Pembunuhan Homoseksual

POL – ADA yang menarik dari kasus ini. Tragefi Pembunuhan akibat dileceh seorang homo terjadi Sawangan, Depok beberapa waktu lalu dan Polisi berhasil membekuknya.

Rabu, tanggal 18 November 2020 sekitar pukul 18.00 WIB di Jl. Raya Muchtar Gg Kopral Daman RT. 001/003 Kel. Sawangan Baru kec. Sawangan Kota Depok dan pada hari Kamis, tanggal 27 Agustus 2020 sekitar pukul 24.00 WIB di Kp. Cibaid RT. 001/006 Desa Bantar Karet Kec. Nanggung Kab. Bogor Jawa Barat, terjadi pembunuhan.

Kemudian pada Rabu, tanggal 18 November 2020 sekitar pukul 18.00 WIB di Jl. Raya Muchtar Gg Kopral Daman RT. 001/003 Kel. Sawangan Baru kec. Sawangan Kota Depok, Saeful Bahri melapor ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi bergegas menyelidiki, kemudian menciduk pelaku.

Mulamulanya, pada hari Kamis,(01/10/ 2020) sekitar 20.00 Wib, kala itu tersangka H (insl), dihubungi oleh tersangka J (insl), lalu diajaklah untuk membunuh Korban D/MS (insl), alasannya karena kesal terhadap Korban.

Gayung bersambut, dikarenakan tersangka H memiliki rasa kesal juga, akhirnya ia menyetujui ajakan tersangka J untuk membunuh Korban.

Nah, saat itu disepakati bahwa para tersangka akan membunuh korban pada hari Rabu, 07/10/ 2020), namun pada hari selasa, 06/10/ 2020, sekitar 21.00 WIB, tersangka H diberi tahu melalui pesan Facebook dengan mengirimkan foto, bahwa Korban sudah meninggal.

Pesannya, H disuruh datang ke kontrakan J di Depok untuk membantu membuat kuburan sang korban, yang sementara korban disimpan didalam kulkas.

H setuju, lalu pada Rabu, 07/10/ 2020, sekitar 06.00 Wib, H dijemput J di Masjid Altakwa Kab. Bogor, dengan membawa keramik dan bor untuk membuat lubang kuburan didalam kontrakan.

Awal pembunuhan
Pada tahun 2019, saat itu tersangka H bekerja sebagai penjaga warung milik Korban. Dan pada bulan Februari 2020, H berhenti. Alasan berhenti karena Korban (MS) memiliki kelainan alias homo seksual, dan H beberapa kali pernah di lecehkan secara seksual oleh Korban MS.

Akhirnya pada Selasa, ( 25/8/ 2020), sekitar 15.30 WIB pada saat H main ke rumah JUWANA alias JUAN, mereka berencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap Korban.

“Kemudian, pada Kamis, (27/8/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, korban MS sampai di rumah J, di rumah tersangka J kami ngobrol-ngobrol sambil ngopi. Sekitar pukul 23.30 WIB, Korban tidur. Nah, setelah mengetahui Korban MS tidur, H dan J mengambil alat untuk membunuh Korban dengan menggunakan potongan besi rangka sepeda motor. Sedangkan J menggunakan knalpot bekas.
Tewaslah korban,” kata Humas PMJ, Kombes Yusri Yunus.

Para tersangka dapat dikenakan Pasal 340 KUHP Jo pasal 56 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) Ke4 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *