Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran Ungkap Jaringan Narkoba Kurun Waktu Juli 2020

POL – Pihak kepolisian Daerah Metro Jaya (PMJ) ungkap jaringan narkoba selama kurun waktu Juli 2020. Pengungkapan itu kuga bersamaan dengan Polres jajaran PMJ.

Seperti dirilis Kabid Humas PMJ Kombes PoL. Yusri Yunus Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran pada bulan Juli 2020 ungkap kasus narkotika dengan barang bukti total sabu 31,2 kilogram, ganja 235 Kilogram, dan ekstasi 2.823 butir.

Ada dua hasil tangkapan yang dilakukan
Pertama, Subdit III Narkoba PMJ menangkap 6 tersangka berinisial IDR, ARF, RNY, CF, ED dan GEO.

“Enam tersangka yang ditangkap, empat residivis RNY, CF, ED dan GEO. Satu tersangka GEO meninggal dunia, karena melakukan perlawanan saat ditangkap,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020).

Terungkapnya kasus narkoba ini berawal dari masyarakat, bahwa di Taman Tower Eboni Apartemen Kalibata City Jl. Raya Kalibata Kel. Rajawali Kec. Pancoran Jakarta Selatan, sering terjadi transaksi narkoba. Diantara barang bukti itu sabu 4,5 kilogram, ekstasi 1.604 butir, satu alat timbang digital, enam unit HP berikut sim card.

Selanjutnya, Subdit II Narkoba PMJ menangkap 2 tersangka BL dan VV, dengan barang bukti sabu 6 kilogram, tiga buah timbangan elektrik, satu buah alat hisap sabu, satu buah alat pres plastik, empat unit HP berikut sim card dan satu unit sepeda motor.

Dari informasi masyarakat itulah, tim melakukan penyelidikan menangkap seorang yang diduga kurir, dari keteragan kurir tersebut tim melakukan surveillance dan berhasil melakukan penangkapan terhadap BL dan VV di komplek Paradise Dremland kel.Babakan kec.Setu Tanggerang Selatan.

“Modus kedua tersangka mengemas sabu 6 kilogran dalam bungkus Teh Cina,” ucap Yusri.

Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap 12 tersangka berinisial RS, RK, MA, FB, FS, AS, PP, MY, AK, RN, MF dan AH, dengan barang bukti sabu 20,5 kilogram, ekstasi 1.219 butir dan ganja 75 kilogram.

Nah upaya mengelabui petugas berawal dari Modus operandi peredaran narkotika melalui jasa pengiriman paket. Pengungkapan sabu dan ekstasi, berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa di depan SMA PGRI Jl. Condet Raya, Condet, Jakarta Timur sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.

“Awalnya Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap tersangka RS alias A dengan barang bukti ekstsi 1.219 butir, sabu 53,40 gram dan 29 Lempeng (290 Butir) Happy Five,” terang Yusri.

Hasil pengembangan, pada Rabu 15 Juli 2020, adanya informasi dari kantor Pusat Jasa pengiriman barang (expedisi) di wilayah Jakarta Barat, bahwa ada 5 buah paket mencurigakan dari Sumatera yang disamarkan dengan menggunakan makanan berupa dodol ke setiap alamat tujuan yang ternyata diketahui didalamnya berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto 75 kilogram.

Informasi yang diperoleh Ekspidisi ternyata narkotika jenis ganja dengan berat bruto 75 kilogram akan dikirimkan ke 5 wilayah, yaitu ganja 8 kilogram dikirim ke Wilayah Kembangan Jakarta Barat, ganja 7 kilogram dikirim ke Wilayah Bekasi, ganja 7 kilogram dikirim ke Wilayah Subang, ganja 7 kilogram dikirim ke Wilayah Sidoarjo, dan ganja 46 kilogram dikirim ke Wilayah Bali.

Menurut Kabidhumas PMJ, Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Sub Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal penjara 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati. (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *