Gardi Gazarin Ungkap Membludaknya Pemohon SIM Tanda Sosialisasi Ditlantas Sukses

POL – Pengajuan Perpanjangan Surat Izin Mengemudi membludak mendapat tanggapan Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin, SH.
Menurutnya membludak pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Jakarta dan sekitarnya di era new normal, jangan dianggap hal yang biasa.

Ini merupakan hal fenomenal. Terlihat, kesadaran masyarakat Jakarta untuk memiliki SIM sesuai dengan peraturan yang berlaku sangat meningkat tajam.

Gardi mengungkapkan bahwa fenomena ini sesuatu yang tidak biasa. Aturan tertib berlalu lintas artinya sudah mulai tumbuh.
“Polisi harus melihat hal ini sebagai hal positif, karena terkait dengan kesadaran akan aturan dan tata cara berlalulintas,” kata Gardi Gazarin di Jakarta (9/6/20).

Polri harus memberikan ruang yang lebih besar terhadap masyarakat. Bayangkan, orang mau memiliki SIM di era New Normal sampai rela antre membludak.

Tapi, untuk tetap menjaga dan memutus mata rantai covid-19, petugas selain harus memberikan ruanv juga tetap memberikan pelayanan dengan tata cara dan protokoler kesehatan.

“Tetap perhatikan memakai masker, jaga jarak aman dan menyediakan sarana mencuci tangan yang nyaman,” tandasnya.

Selain itu, yang harus segera diwaspadai, kata Gardi, kesiapan petugas di lapangan, jangan sampai jumlah pemohon yang mencapai ribuan hanya dilayani beberapa petugas saja.

”Hal ini tidak boleh terjadi untuk menghindari situasi yang saling berdesakan. Ini justeru melanggar terhadap phisical distancing,” tegas Gardi.
“Polri harus menunjukan Promoternya dan juga mengedapankan pelayanan.
yang prima.

Kata mantan ketua FWP 2014 – 2016 ini, Tanpa ada pelayanan yang baik, tak mungkin bisa mencapai Polri yang promoter, profesional, moderen dan terpercaya,” ujarnya lagi.

Tingginya minat pembuatan dan perpanjangan SIM mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan Dirlantas agar masyarakat menjaga kamtibmas terutama ketertiban di jalan raya boleh dianggap sukses.

“Kebalikannya, bila pemohon SIM hanya segelintir orang, bisa dianggap sosialisasi gagat total. Nah, dengan membludaknya pemohon SIM, polisi harus berterima kasih kepada masyarakat,” kata Gardi Gazarin seperti dilansir Amunusi. (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *